SELAMAT DATANG DI DUNIA PUTRI, JANGAN SERIUS-SERIUS YAAAA BACANYA, SERIUSIN PACAR KAMU AJAA~

Rabu, 24 September 2014

Seberkas Kenangan

Ketika pertama kali bertemu, bersatu dalam janji.
Seakan dunia hanya milik kita berdua.
Seakan alam pun berdendang ria, memandang kita ceria.
Bahkan aku sempat berfikir bahwa aku terlahir ke dunia hanya untuk membuatmu bahagia.
Meski terkadang harus ku korbankan segenap jiwa dan raga.
Walau terkadang aku harus menderita, kecewa, dan terluka.
Tapi aku tetap mencintai dirimu apa adanya.

Wahai belahan jiwaku, masih ingatkah kamu?
Ketika kita bernyanyi bersama di sore itu,
Kau tersenyum mesra kepadaku.
Dan indahnya sinar bulan. Ingatkah kamu?
Ketika kita makan malam bersama di malam itu.
Kau menatapku dengan keindahan sorot matamu.
Namun semua itu kini hanya seberkas kenangan untukku.
Yang masih terkemas rapi dalam setiap ingatanku.
Meski terkadang aku harus merasakan pilu.
Dilubuk hati yang terdalam ku masih sangat menyayangimu.

Kamis, 04 September 2014

Untuk Papa

Untuk Papa disana,

Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai. Papa adalah pahlawanku dan lenganmu adalah tempat pertama dimana aku merasa begitu nyaman dan terlindungi.

Terimakasih karena telah mendengarkanku. Bisa berbagi cerita denganmu dan menunjukkan sisi terlemahku adalah hal penting bagiku untuk tumbuh menjadi seorang wanita. Papa punya semua saran yang kubutuhkan, ataupun sekedar untuk menghapus air mataku kala aku bersedih.

Terimakasih karena telah bekerja begitu keras. Papa telah memberi rasa aman padaku sehingga kini aku berusaha untuk mandiri saat kau telah pergi.

Terimakasih karena menerimaku apa adanya. Di luar sana ada banyak pria yang selalu menuntutku menjadi wanita sempurna, tetapi hanya Papa laki-laki yang menerimaku apa adanya, mendorongku untuk menjadi diriku sendiri dan menerima apa yang ada dalam diriku.

Terimakasih untuk waktu yang Papa berikan untukku. Mengantarkan dan menjemputku ke sekolah, mengambilkan rapotku, mengajakku bermain, membelaku saat ada teman yang menghinaku. Aku tahu Papa pasti capek, tapi waktu yang Papa berikan untukku membuatku merasa menjadi segalanya.

Terimakasih untuk omelan-omelan kecil karena kenakalanku. Meskipun menjengkelkan, aku tahu itu cara lain Ayah untuk mengatakan, "Aku khawatir padamu, aku ingin kamu baik-baik saja."

Terimakasih untuk tegas dan loyal karena Papa mengajarkanku bagaimana menghadapi kerasnya dunia tanpa menggunakan tangisan sebagai senjata meluluhkan lawan. Terimakasih karena membentukku menjadi karakter yang kuat yang menghargai dan menghormati diriku sendiri.

Rasanya rasa terimakasih ini tidak bisa terucapkan dan tertulis semua di sini. Begitu banyak pengorbanan dan kasih sayang yang Papa berikan untukku. Aku tahu Papa adalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Tapi bagiku Papa adalah ayah paling sempurna yang mengajariku pelajaran hidup berarti.

Tak peduli siapapun laki-laki yang akan mendampingiku lagi kelak, aku akan selalu mencintaimu. Tidak peduli berapapun usiaku, I'll always your daddy's little girl.

I love you, Pa.

Kamis, 28 Agustus 2014

Kesetiaan Yang Dikhianati

Aku tidak pernah meminta untuk dicintai oleh siapapun.
Lebih baik aku hanya dikenal daripada dicintai hanya untuk dikhianati.
Begitu hancur perasaan ku kini.
Bagaimana bisa kesetiaan dan kejujuran yang selalu aku tanam harus ku tuai dengan pengkhianatan?
Aku bukan wanita yang suka mengemis untuk dikasihani.
Aku hanya butuh untuk dimengerti.
Jika sudah ku korbankan seluruh jiwa dan raga kenapa aku harus terluka dan kecewa?

Semakin sering hati ini tergores, semakin tipis rasa yang ada.
Mungkin dulu, hatiku begitu sakit saat tau kau khianati.
Tapi tidak begitu untuk sekarang ini.
Aku mulai terbiasa atau mungkin membiasakan diri dengan apa yang terjadi.
Sayang semua sudah terlanjur.
Tidak dapat aku akhiri lagi.

Bagaimana bisa hubungan awal yang masih indah tapi dikhianati?
Aku tidak membayangkan jika beberapa tahun ke depan apa yang akan terjadi jika awal saja telah kau khianati.
Mungkin semua salah tidak terletak padamu. Tapi padaku..

Aku terlalu berharap lebih padamu. 
Aku terlalu percaya padamu.
Aku menaruh hatiku pada tempat yang salah.
Semua memang salahku.
Andai dapat ku putar waktu, aku lebih memilih untuk tidak masuk kedalam kehidupanmu.
Bukan, bukan aku tak mencintaimu.
Tapi aku lebih mencintai hatiku sendiri yang harus selalu menahan luka karenamu.

Selasa, 05 Agustus 2014

Think Twice Before You Speak

"Think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another."

- Napoleon Hill

Mungkin quote diatas udah basi alias udah sering kita denger.
Tapi kenapa masih banyak orang yang kalo mau ngomong gak pernah dipikir dulu.
Kalo cuma buat bercanda okelah ya, gue gak mempermasalahkan.
Tapi kalo hal-hal pribadi seseorang atau hal-hal yang gak patut buat dibicarakan kenapa masih aja diucap ya?
Kadang apa yang kita anggap sepele itu bisa aja penting buat orang lain.
Kita gak bisa menyamakan isi pikiran kita dengan siapapun.
Kalo hal yang kita ucap tanpa kita sadari bikin sakit hati orang lain gimana?
Mungkin orang itu bakal diem aja tapi dalem hati dia ngebatin.
Ya gue lah contohnya.
Dikatain apa aja gue diem.
Kenapa?
Kalo gue bales sama aja dong gue gak punya otaknya kayak yang ngatain?
Contohnya,
Sekarang gue bahagia.
Banyaaak banget timbul omongan, gara-gara pacar gue kayalah, gue tinggal enaknya doanglah, apa-apa diturutinlah.
Laahhhh ketauan amat siriknya.
Kemaren-kemaren gue gak bisa makan pada kemana lo?
Giliran orang bahagia, dinyinyirin.
Lagian emang tau cowo gue kayak gimana, kerjaannya apa dan lain lain?
Emang tau kalo alhamdulillah online shop yang gue bangun dari 3 tahun yang lalu itu hasilnya gak kalah sama gaji-gaji lo?
Emang lo pikir gue gak kerja terus gak bisa menghasilkan uang?
Gak tau kannn?
Tapi hebat banget ya pada bisa ngebahas.
Ya berarti sih hidup gue ada kemajuan, gak kayak orang-orang yang terlalu sibuk sama hidup orang lain jadi lupa ngurusin hidupnya sendiri.
Itulah makanya gue rada tertutup sama orang.
Gue gak pernah ngomong duluan kalo gak diajak ngomong.
Karena apa?
Kita diem aja masih jadi bahan omongan orang apalagi kita banyak omong.
Karena kalo kita bergaul sama sekelompok orang yang suka ngomongin orang, saat kita gak lagi ngumpul, gantian kitalah yang diomongin.
Saran gue sih ya, gak usahlah banyak omong, ngurusin hidup orang lain itu gak penting, kalo orang lain bahagia aturan kita ikut seneng.
Selama orang itu gak ngusik dan gak minta makan sama kita kenapa kita harus ribet?
Jujur sih ya kalo ada orang yang asal jeplak tentang hidup gue tuh bawaannya emosi banget apalagi itu orang gak tau hidup gue kayak gimana, gimana susahnya ngebangun hidup dari bawah, gimana susahnya saat cuma tinggal sama anak gue yang masih bayi sedangkan umur gue masih 21tahun, mungkin lo lo pada diumur segitu masih seneng-seneng pake duit orangtua, lah gue udah muter otak gimana caranya buat menuhin hidup gue dan anak gue.
Dan saat sekarang hidup gue udah lebih maju, mereka-mereka yang gak peduli saat gue jatuh kenapa sekarang pada muncul dengan nyinyiran-nyinyiran itu?
Aturan jaman semakin maju, pikiran orang juga harus lebih maju.
Percuma kalo bertitle tapi hanya sebatas ijazah.

Senin, 04 Agustus 2014

Keluarga

"Kamu tidak bisa memilih dikeluarga seperti apa kamu dilahirkan, tapi kamu bisa memilih keluarga seperti apa yang akan kamu bentuk." - Kei Savourie

Aku lahir disebuah keluarga yang tidak harmonis, dan akupun besar dikeluarga yang tidak utuh.
Sebuah keluarga yang tidak diinginkan siapapun untuk menjadi bagiannya.

Menyesal?
Tentu tidak.
Aku tidak akan menyesali hal yang tidak dapat aku pilih.
Tentu bukan mauku tapi aku tau Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan umatnya.
Dan mungkin aku adalah salah satu umat yang Tuhan yakin mampu untuk melewati cobaan seperti ini.

Saat masih taman kanak kanak, disaat anak seusiaku bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga tapi bagiku, pertengkaran ditengah keluarga adalah makanan sehari-hari.
Mungkin pada saat itu aku belum mengerti, tapi aku bisa merasakan dan semua itu tersimpan dalam memori hingga saat ini.

Tapi sekali lagi, aku tidak pernah menyesal.
Aku mempunyai seorang ayah yang hebat, sayang saja saat ini ayahku sudah berada ditempat terbaiknya disana.
Ayah yang sangat sayang pada anak-anaknya, ayah yang bertanggung jawab, ayah yang sabar dan tidak pernah mengeluh seberat apapun hidup yang harus ia lalui.
Bagaimana dengan ibuku?
Ah sudahlah, aku tidak bersemangat menceritakannya.

Kini, aku sudah memiliki satu anak.
Hal yang menimpaku awalnya aku tak ingin anakku juga merasakannya.
Tapi apa daya, mungkin semua ini sudah digariskan Tuhan untukku.
Saat aku tak dapat memiliki orangtua yang utuh, akupun harus mengulang kesalahan orangtuaku dulu.

Sekarang aku mengerti.
Mungkin perpisahan itu tidak baik tapi lebih tidak baik lagi kalau memaksakan sesuatu yang sudah tidak sejalan.
Mungkin semuanya terlalu cepat, baru 1tahun 8bulan usia anakku.
Tapi itu lebih baik karena dia tak perlu melihat dan mendengar apa yang seharusnya tidak dia tau sama sepertiku, dulu.

Sedih?
Mungkin..
Baru saja aku melewati hari lebaran tanpa keluarga.
Hanya berdua dengan anakku didalam kamar.
Disaat yang lain bisa bersama dengan keluarganya, entah suami, ayah, ibu atau saudara mereka.
Iri?
Ya, aku hanya manusia biasa..
Aku juga menginginkan hal seperti itu.
Betapa bahagianya memiliki keluarga, karena menurutku harta yang paling indah itu hanya keluarga, harta yang tidak dapat kita tukar dengan apapun.

Aku tidak pernah mengeluh, aku selalu menutup semua kesedihanku dengan senyuman
Aku selalu membuat orang meringis walaupun sebenarnya hatiku sedang menangis
Aku selalu membuat orang tertawa walau sebenarnya hatiku sedang terluka.
Aku hanya ingin semua orang disekitarku tidak merasakan hal yang sama denganku.

Aku hanya berharap, semoga suatu saat nanti aku punya keluarga seperti yang aku impikan, ada ayah, ibu dan anak-anaknya tentu saja dengan kehangatan didalamnya bukan pertengkaran yang sering aku rasakan dulu..

Jumat, 01 Agustus 2014

Kekerasan Dalam Pacaran

Wah… masih pacaran aja udah ada kekerasan, apa lagi menikah ya???
Btw, apa ya yang di maksud dengan KDP atau istilah kerennya dating violence itu?

Kekerasan Dalam Pacaran adalah suatu tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.

Setiap pasangan pasti pernah mengalami cek-cok, tapi satu hal yang harus dipahami adalah kita harus dapat memisahkan antara adu pendapat yang biasa terjadi dengan kekerasan dalam pacaran. Belum yakin apakah hubungan kita termasuk kategori kekerasan dalam pacaran? Coba cek lima tipe di bawah ini:

Fisik
Kekerasan fisik adalah jenis yang paling nyata. Bentuknya dapat berupa memukul, menonjok, menampar, menggigit, menendang dan tindakan lain yang melukai secara fisik. Jika kamu melihat orang yang kamu sayangi memiliki luka memar, luka sundutan rokok, luka yang tampak seperti goresan karena perkelahian, cobalah untuk mengajaknya bicara dan dengarkan.

Mental
Kekerasan mental terjadi saat seorang pacar secara terus-menerus menekan pasangannya. Mereka bisa jadi mengancam, atau menuduh orang lain mengkhianatinya. Hal ini dapat berbahaya bagi pikiran dan dapat menyebabkan hubungan tak sehat. Semisal: “Kalau kamu ninggalin aku, aku akan bunuh diri.”

Emosional
Tipe pacar semacam ini kerap melakukan kekerasan untuk mengontrol perilaku, kepribadian, dan kehidupan pasangannya. Mereka menghancurkan semangat cewek atau cowoknya. Hal ini disebut sebagai kekerasan emosional. Contoh: “Kamu nggak boleh jalan dengan dia.”

Seksual
Kekerasan seksual tak diinginkan termasuk menyentuh, mendesak seseorang untuk berhubungan seksual, atau bahkan memerkosa. Ya, perkosaan adalah perkosaan, bahkan jika kalian dalam relasi pacaran. 

Finansial
Kekerasan finansial melibatkan keuangan. Jika pasanganmu menggunakan kartu kreditmu tanpa izin, memaksamu mentransfer gajinya langsung ke rekeningnya, dll

Kalau udah ngomongin mitos, pasti ada rasa percaya ga percaya. Hati-hati lho, ada beberapa mitos yang belum tentu benar, bahkan terkadang menyesatkan.

Beberapa contoh:

- Bahwa cemburu maupun kekerasan dari pacar bentuk perhatian do’i ke kita dan tanda bukti kalau dia cinta sama kita
(Itu sih bukan bukti cinta, tapi upaya mengontrol serta membatasi agar kita patuh dan tunduk agar mau mengikuti keinginan do’i)
- Kalau si do’i sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, maka korban sudah aman, dan berikir si do’i gak akan ngulangi perbuatannya lagi.
(Kekerasan umumnya terjadi seperti siklus atau lingkaran yang terus kembali pada pola lamanya. Sesudah melakukan kekerasan pelaku sering meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Sebaiknya jangan mudah percaya deh, soalnya janji – janji itu sulit dipercaya)
- Setelah melakukan kekerasan terhadap kita, si do’i akan semakin mesra
(Mesra dari mana? Jelas – jelas dia  melakukan kekerasan. Jadi kalau mau mesra tiap hari, tiap hari juga harus melakukan tindakan kekerasan. Pandangan yang seperti ini biasanya buat keliru)
- Setelah punya pacar, maka pasangan kita berhak melakukan apa saja, karena itu sudah menjadi miliknya.
(Eitss…. Siapa bilang? Tak seorang pun berhak atas diri kita, selain kita sendiri. Pasangan kita pun tidak berhak memperlakukan diri kita seenaknya)

Tanamkan dalam diri bahwa kita berhak atas tubuh dan jiwa kita, tak seorangpun berhak menggugat.
Harus berani berkata “TIDAK”, jika dia mau melakukan kekerasan.
Waspada dengan rayuan dan janji – janji manisnya.
Jika sudah menjadi korban kita berhak marah, dan segera melaporkannya ke pihak berwajib.

So…. Kekerasan dalam pacaran emang ada. Namun, kebanyakan saat sedang jatuh cinta, kita menganggap bahwa pacar kita adalah segalanya dan membuat kita rela diperlukan atau melakukan apapun demi si dia. Taw gak sih? Cemburu berlebihan, membentak, memaki, memukul, menampar, itu semua bukan bentuk rasa cinta, tapi KEKERASAN :')

Sumber:
1. https://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/fakta-mengenai-kekerasan-dalam-pacaran-pada-anak-muda-075850590.html
2. http://kisara.or.id/remaja/kdp-kekerasan-dalam-pacaran.html

Jumat, 25 Juli 2014

Makna Lagu Because Of You - Kelly Clarkson

Sebenernya lagu ini udah cukup lama sekitar tahun 2005an.
Entah kenapa pas lagi denger lagu ini di radio gue langsung buru-buru download mp3 nya.
Gak ngerti kenapa bisa menyentuh bangeeeet lagu ini buat gue.
Semacem ada chemistry gitu, jaelah gaya hahaha
Dan ternyataaaa~
Lagu ini cukup menyedihkan apabila kita dalami artinya. Dalam sebuah wawancara, Kelly Clarkson mengatakan bahwa lagu ini mengisahkan hubungannya dengan ibunya. Kelly dibesarkan dalam keluarga yang tidak utuh. Orang tuanya bercerai ketika ia masih muda. Dan selanjutnya ia menjalani hidup yang buruk dengan ibunya. Ibunya tampak menggantungkan hidupnya secara emosional kepada Kelly, dan Kelly tidak mau hal itu. Ia masih terlalu muda untuk menanggung beban itu.
Gileee!! Kenapa bisa sama banget sih Mbak Kelly nasibnya sama gue?!!
Pantes gitu ya waktu dengerin lagu ini gue mau nangis, gara-gara gak ngerti artinya hahaha
Bukan.. gara2 nyentuh banget, walaupun gue tau artinya tapi gak tau maksud lagu ini.
Dan ternyata artinya sama banget sama kisah hidup gue..

Mungkin bener lagu ini adalah curhat seorang Kelly Clarkson tentang orang tuanya, biar lebih afdol mending kita simak interview di situsnya EMI Music Publishing:

“‘Because Of You’ isn’t about breakups, it’s about my family. It is about growing up in a broken home. My parents were together for 17 years or so, and then all of the sudden, something went wrong. But I’ve talked to lots of friends who have seen domestic violence in their homes; I didn’t. But if you see those things as a child, you see a family member cheating or people not trusting each other or people not communicating with each other, that effects you. You end up afraid to trust people, because you think you’re going to get screwed over. Me and a friend of mine were up late one night talking about our lives, and it led to this song. I wrote it when I was 16, my friend was having a really hard time with her family. It was a different situation than mine, but I could relate to what she was going through. My parents were together for a long time, and suddenly one thing happens, and it’s over. That could happen to me. It made me feel like, why would I want to open up and trust someone? I know that it’s a childish way to look at it; life is a risk, and anything worth having is worth taking a risk for, but I wrote it when I was 16. I have learned a lot since then. At the same time, it doesn’t matter how old you are, you can still relate. I was 6 when my parents got divorced. I used to be the most closed off person. I didn’t want to get hurt. I had been messed over by friends, and I had been through a lot with my family. I didn’t pity myself, but I did put a wall up. I’m smarter now, but I have a good relationship with God, and that’s gotten better over the years. That’s why I’ve gotten smarter about situations. I’m a very trusting person now. I’m not going to let people screw me over left and right, but at the same time I’m not going to close myself off. That’s a big step for me.”

Pantesan lagu ini terasa begitu "real" – wong pengalaman pribadi penyanyinya. Tanpa harus terlalu disimak apa isi liriknya, Kelly Clarkson berhasil mengekspresikan kegetiran dan kemarahannya lewat permainan vokalnya.

Kira-kira beginilah makna dibalik lirik lagu tersebut..

I will not make the same mistakes that you did  
Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti yang engkau lakukan 

I will not let myself cause my heart so much misery 
Aku tidak akan membiarkan diriku
Menyebabkan hatiku sangat sengsara 

I will not break the way you did 
You fell so hard
Aku tidak akan melanggar seperti yang engkau lakukan, 
Kau jatuh begitu keras  

I learned the hard way, to never let it get that far
Aku telah belajar dari pengalaman pahit 
Untuk tidak pernah membiarkan hal itu terjadi sampai sejauh itu 

Because of you
Karena Engkau 
 
I never stray too far from the sidewalk
Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari jalanku 

Because of you 
Karena Engkau 

I learned to play on the safe side
So I don't get hurt
Aku belajar bermain di sisi yang aman agar aku tidak terluka 

Because of you 
Karena Engkau 

I find it hard to trust 
Not only me, but everyone around me
Aku merasa sulit untuk mempercayai bukan hanya diriku, tapi semua orang di sekitarku 

Because of you 
Karena Engkau 

I'm afraid 
Aku takut 

I lose my way
Aku kehilangan caraku 

And it's not too long before you point it out
Dan itu tidak terlalu lama sebelum engkau menunjukkannya 

I cannot cry
Aku tidak bisa menangis 

Because I know that's weakness in your eyes
Karena aku tahu ada kelemahan tersirat di matamu 

I'm forced to fake a smile, a laugh 
Every day of my life
Aku terpaksa dalam kepalsuan
Senyum, tawa setiap hari dalam hidupku 

My heart can't possibly break
Hatiku tidak mungkin beristirahat 

When it wasn't even whole to start with
Saat hati itu bahkan tidak utuh sama sekali untuk menjadi landasan 

Because of you
Karena Engkau 
 
I never stray too far from the sidewalk
Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari jalanku 

Because of you 
Karena Engkau 

I learned to play on the safe side
So I don't get hurt
Aku belajar bermain di sisi yang aman agar aku tidak terluka 

Because of you 
Karena Engkau 

I find it hard to trust 
Not only me, but everyone around me
Aku merasa sulit untuk mempercayai bukan hanya diriku, tapi semua orang di sekitarku 

Because of you 
Karena Engkau 

I'm afraid 
Aku takut 

I watched you die
Aku melihat kau mati2an  

I heard you cry, every night in your sleep
Aku mendengar kau menangis disetiap malam didalam tidurmu 

I was so young
Aku masih sangat muda 

You should have known better than to lean on me
Kau seharusnya tahu lebih baik daripada bersandar padaku 

You never thought of anyone else
Kau tidak pernah memikirkan orang lain 

You just saw your pain
Kau hanya melihat rasa sakitmu 

And now I cry 
In the middle of the night
Dan sekarang Aku menangis di tengah malam 

Over the same damn thing
Untuk hal menyebalkan yang sama 

Because of you 
Karena Engkau 
 
I never stray too far from the sidewalk
Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari jalanku 

Because of you 
Karena Engkau 

I learned to play on the safe side
So I don't get hurt
Aku belajar bermain di sisi yang aman agar aku tidak terluka 

Because of you 
Karena Engkau 

I tried my hardest just to forget everything 
Aku mencoba segalanya bagiku paling sulit hanya untuk melupakan 

Because of you
Karena Engkau 

I don't know how to let anyone else in
Aku tidak tahu bagaimana membiarkan orang lain masuk (dalam hidupku) 

Because of you 
Karena Engkau 

I'm ashamed of my life because it's empty 
Aku malu dengan hidupku karena hidupku kosong 

Because of you
Karena Engkau 

I'm afraid 
Aku takut 

Because of you
Karenamu 
Because of you
Karenamu

Kayaknya lagu ini bakal nongkrong lama di playlist hp gue..
Yah, gue pikir cuma gue yang punya pengalaman hidup pahit sama ibunya..
Karena gak semua orang paham sama yang gue atau Kelly rasain, sebelum mereka merasakan sendiri..
Gak ada dan gak akan ada yang mau jauh dari ibu kecuali memang nasib yang mengatakan hidup gue harus seperti ini..
Beruntunglah kalian yang mempunyai ibu selayaknya ibu yang 'seharusnya'.
Karena gue, belum pernah merasakan itu...