Kamis, 21 Januari 2016
CREAM F3Y ORIGINAL 100%
Sabtu, 02 Januari 2016
The Power Of SEDEKAH
Selasa, 29 Desember 2015
BAYIKU LAHIR PREMATUR
PENIPUAN BERKEDOK ASURANSI BNI LIFE
Minggu, 24 Mei 2015
Love you so much, Pa!
Kalo masih ada Papa semua ini gak akan terjadi..
Papa pasti gak akan rela kalo tau anaknya sedih..
Padahal dari kecil sampai besar, Papa selalu ngurus anaknya baik-baik biar gak sedih, susah, atau sakit.
Kangen jadi anak kecil Papa yang selalu Papa temenin&lindungin.
Gak pernah ngerasa takut/sedih kalo dideket Papa..
Inget waktu dulu, Putri kecil minta dibeliin ini itu, Papa turutin padahal pas diliat dompet Papa tinggal ada uang selembar. Tapi Papa selalu bilang "Gapapa, buat anak kesayangan Papa, rejeki pasti selalu ada"
Dan emang bener apa yang Papa bilang.
Hal itu yang sekarang juga aku terapkan ke anak-anak, walaupun bisnis lagi gak lancar tapi aku tetep masih bisa nyenengin mereka..
Hal lain yang bikin gak bisa lupa sama Papa yaitu selalu dengerin curhatan anaknya, mungkin orang lain lebih nyaman bersandar dengan Ibu, tapi berbeda denganku.
Disaat Papa-papa lain diluar sana hanya memikirkan pekerjaan dan merasa mendidik/mengurus anak adalah tanggung jawab Ibu, tidak dengan Papa.
Papa begitu mengerti perasaan anaknya, Beliau selalu menguatkan, dan kesabarannya yang sampai saat ini gak pernah aku dapat dari orang lain.
Kangen rasanya pergi kemana-mana sama Papa.
Setiap weekend Papa selalu ngajak pergi entah ke toko buku, ke mall, atau ke tempat wisata.
Beliau selalu tau cara membahagiakan anaknya.
Karena membahagiakan itu tidak melulu soal materi, tapi dengan kasih sayang, ketulusan dan perhatian.
Ah.. rasanya satu novel pun gak akan cukup buat nge-jabarin semua kebaikan Papa..
Bukan karena aku anaknya, bukan..
Tapi semua orang yang ada disekitarnya juga merasakan.
Seenggaknya walaupun cuma ngerasain sebentar kebahagiaan sama Papa, aku sangat bersyukur punya Papa yang terbaik.
Walaupun Papa udah lama pergi tapi aku selalu bangga bercerita tentang Papa.
Mungkin Allah lebih sayang sama Papa makanya Papa cepet dipanggil..
Semoga aja dilain waktu atau kesempatan, Putri bisa ketemu Papa lagi buat meluk Papa sambil bilang hal yang belum sempet Putri bilang dulu: "makasih Pa buat semua kebahagiaan yang Papa kasih, Putri bangga punya Papa yang hebat. Maaf kalo Putri belum sempet bales semua pengorbanan Papa, tapi Putri janji akan jadi orangtua yang baik sama seperti Papa.."
Love you so much , Pa!
Alm. Hendrik. S💖
Sabtu, 02 Mei 2015
Growing Old With You
Sayang..
Aku ingin menjadi yang pertama menemukan uban diantara helai rambutmu.
Dan menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari biasanya.
Lalu ketika helai-helai itu semakin bertambah, dengan suka cita
aku akan menyisirnya, tak perlu kau meminta pewarna rambut sayang...
Karena rambut kelabumu kan tetap tampak indah dimataku..
Tak perlu khawatir, sayang..
Aku siap mencarikan kacamatamu ketika kamu lupa tempat menaruhnya.
Atau akan kubuatkan sebuah kotak segala ada, tempat engkau dapat menaruh semua barang dan perkakasmu sesukanya.
Dan ketika hari-harimu terasa lebih sulit, jangan ragu untuk meminta bantuanku sayang...
Karena aku akan selalu disampingmu sampai maut memilih kita untuk dijemputnya..
Sayang...
Aku tidak menginginkan hal-hal yang mewah.
Aku hanya ingin mendampingi masa tuamu,
Aku hanya ingin tua di sampingmu, bersamamu..
Sehat, sehatlah sayang...
Agar engkau juga sempat meraba kepalaku yang ditumbuhi uban, agar sempat aku memamerkan gigiku yang mulai tanggal.
Sehat, sehatlah sayang...
Agar ketika kita tua nanti, kita masih sanggup menemani anak cucu kita bermain bersama, atau sekedar mengajak mereka bertamasya saat hari libur tiba.
Sayang..
Aku tetap ingin mesra bersamamu hingga tua nanti.
Tetap membisikkan kata cinta setiap hari, meski pendengaran kita semakin berkurang.
Jangan malu untuk sedikit berteriak
ditelingaku..
Karena kau tau, aku sangat suka mendengarkan ungkapan sayangmu.
Kau yang paling tau cara memanjakanku, demikian pula aku yang paling tau cara memantik binar dimatamu.
Bila waktu memang menggerus banyak kenangan
Bila usia memang mengikis banyak hal
Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita.
Bila memang tiada yang abadi..
Bila memang semua akan berakhir..
Bila memang waktu harus terhenti..
Aku berharap, sepanjang waktu yang kita miliki akan menjadikan cinta dan hubungan yang kita bina sebagai anugerah paling indah yang Tuhan berikan..
Apapun boleh terhenti, tapi tidak dengan janji kita untuk saling mengasihi.
Apapun boleh usai, tapi tidak dengan janji kita untuk saling membahagiakan.
Sayang ...
Suatu hari nanti, kita akan menatap proyektor besar tak bertepi, memutar film tak berjudul yang kita perankan, ada dua tangan keriput yang saling menggenggam.
Tanganku dan tanganmu.
Tapi ketika adegan telah berhenti, dan ketika film telah usai,
Hanya satu pintaku saat itu..
Semoga kita tidak hanya menjadi pasangan di dunia, tapi juga di akhirat kelak.
Aamiin..
Aku yang akan selalu mencintaimu,
Bunda.
Senin, 27 April 2015
Seorang Ibu Boleh Marah
Seorang Ibu Boleh Marah
Dikutip dari tulisan Santy Musa,S.Psi.
Suatu kali dalam sebuah pertemuan ibu-ibu, seseorang nyeletuk, “Dengan anak harus lembut ya, Bu. Jangan sampai di tempat umum terlihat lembut tapi di rumah anak-anak diteriakin. Di depan umum saat anak berulah bilang ‘Sayang, jangan dong’, di rumah boro-boro dipanggil ‘Sayang’, yang ada dimarahin.”
Mendengar itu dada saya langsung terasa sesak. Help Me!
Iyes! Pada satu titik, keadaan itu terasa “gue banget”. Artinya, kadang saya begitu. Tapi, kenapa seolah kata-kata itu menusuk? Saya tidak akan serta merta mengatakan, “Iya ya. Seharusnya saya tidak begitu. Saya harus lebih baik dalam menjadi seorang ibu.” Lalu timbul rasa bersalah, timbul rasa sedih belum menjadi ibu yang baik. Lalu bersusah payah menahan gejolak di dada dan berhari-hari menjadi drama queen dengan peran “ibu yang tak sempurna”. Ya! Semua itu terjadi tak lama setelah “instropeksi diri”. Salahkah kalau kita instropeksi diri? Tidak. Masalahnya, yang perlu instropeksi diri bukan hanya saya!
Orang Lain Pun Perlu Instropeksi Diri
Saya cenderung akan menyuruh ibu yang bicara di atas tadi untuk menyunting kembali redaksional yang dipilih. Saya membayangkan, berapa banyak ibu yang akan terluka mendengar kata-kata itu?
Beban seorang ibu tidaklah semudah dengan mengatakan “di luar begini di rumah kok gitu”. Pernahkah membayangkan saat dengan muka berseri seorang ibu mendandani anak-anaknya, dijejer di kursi cantik, lalu jepret! Foto manis ter-upload di medsos. Dikomentari sama sanak saudara, sahabat, rekan rumpi, tetangga sebelah, sampai teman SD. Padahal siapa tahu satu jam yang lalu ia berteriak marah sama anak manis itu bahkan sampai mencubit pantatnya?
Lalu apa yang terjadi? Saat membaca komen, hatinya tersentuh. Sesungguhnya ia sangat mencintai anak-anak manis itu. Lalu saat mereka tertidur di pangkuannya, ia menciuminya penuh penyesalan. Ia meminta maaf pada anak-anaknya dalam kebisuan dengan air mata meleleh-leleh. Ia berjanji dalam diri sendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Itu sudah bagus, percayalah!
Seorang Ibu Bisa Lelah
Berapa banyak ibu-ibu yang kelelahan dan ingin mendapat kedamaian daripada celaan? Apa yang salah dengan “teriakan kepada anak”? Tidak ada ibu yang sempurna.
Tidak semua ibu memiliki kemewahan seperti beberapa pembantu atau baby sitter yang mereka miliki. Memiliki bermacam fasilitas yang memudahkan mereka untuk tidak merasa kelelahan lahir dan batin.
Tidak semua ibu memiliki keluarga yang harmonis yang mampu membuat mereka menjadi pejuang tangguh yang tanpa cela.
Tidak semua ibu bla … bla … bla …
No excuse, dong! Atasi dulu masalah mereka. Tetap selamatkan anak-anak!
Betul. Itu mulia. Kita akan memiliki banyak cara untuk menyelamatkan anak-anak. Tapi sudahkah berpikir bagaimana kita akan menyelamatkan seorang ibu?
Ada banyak cara seorang ibu untuk mengerti bahwa mereka kurang sempurna, bahwa mereka harus belajar untuk menjadi ibu yang lebih lagi. Percayalah saat seorang ibu sudah rela menepikan hobinya berumpul bersama teman-temannya di warung kopi eksekutif dimana mereka melakukannya untuk bersenang-senang alih-alih me-time, saat mereka rela memakai tabungannya untuk membeli kebutuhan anak-anaknya daripada sekedar mewujudkan incaran sebuah tas bermerek Eropa demi gengsi, saat mereka menangis sedih tidak bisa datang ke salon karena harus menemani anak-anaknya. Jangankan hal-hal mewah seperti itu, mau ke kamar mandi saja susah! Harus bawa anak masuk ke dalam. Percayalah, saat itu terjadi, mereka adalah ibu-ibu yang baik yang bisa saja berteriak kepada anak-anaknya.
Jangan Dengarkan Orang Yang Hobi Menghakimi
Makanya, punya anak jangan banyak-banyak. Satu saja susah. OMG! Itu pilihan Anda, Mom. Tapi jangan menambah beban dalam menakar orang lain ya.
So natural! Seorang ibu memiliki emosi: marah, sedih, senang, kecewa, bahagia, dll. Terkadang, orang lainlah yang perlu memperbaiki dirinya. Bukan hanya seorang ibu yang ditunjuk-tunjuk!
Orang berbusa-busa menjelaskan bagaimana sebuah teriakan bisa mematikan berjuta sel di otak anak, betapa teriakan bisa menumbuhkan kecemasan pada perkembangan emosional anak. Jangan lupakan, bahwa kecemasan seorang ibu juga bisa memengaruhi pertumbuhan emosional anak-anak. Saat mereka belajar bahwa ibu mereka bereaksi terhadap suatu masalah dengan perilaku kecemasan. Sayangnya, kecemasan ini justru datang karena ia sangat ingin menjadi ibu yang sempurna bagi anaknya. Ia merasa gagal. Ia tidak menyadari bahwa di dunia ini cermin tidak hanya ada di tangannya.
Apakah kita harus ikut berada dalam situasi yang menekan orang lain?
Insting Seorang Ibu Adalah “Menjadi Ibu yang Baik”
Saya sendiri pernah merasakan bahwa emosi saya lebih tertata saat saya berada di tempat umum. Saya merasa tidak sendirian. Saya merasa lebih rileks saat anak saya merengek ataupun rewel. Saya lebih bisa tenang menghadapi anak-anak dan merasa itu adalah sebuah kedamaian. Saya punya sisi yang keibuan. Justru jika seorang ibu memarahi anaknya di tempat umum, bukankah itu aneh? Jangan pernah hakimi mereka. Barangkali mereka justru telah memperlihatkan sisi depresifnya. Jika tidak dapat membantu, lebih baik kita diam.
Saya justru berpikir, dengan insting keibuannya, banyak wanita tahu dirinya salah atau benar. Banyak wanita yang setidaknya memiliki alarm alami untuk sekedar bertanya: saya benar atau tidak ya? Itulah titik dia ingin menjadi sempurna. Di situlah terletak kesadaran untuk membaca atau berdiskusi dengan sesama teman tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik, bagaimana agar anak berkepribadian kuat, dan “bagaimana” lainnya yang mampu menyelamatkan anak-anak dari pengasuhan yang salah.
Kesadaran inilah celah pengetahuan. Saat seorang ibu siap menerima pengetahuan (baik dengan teori maupun pengalaman), saat itulah nilai-nilai berkembang dalam dirinya. Sampai lelah kita berteriak, “sebaiknya begini, sebaiknya begitu,” hanya akan melelahkan bagi kita semua. Yang berteriak tentang idealisme merasa frustrasi, yang diteriaki juga merasa gagal. Menanggung perasaan cemas. Siapa yang menjamin perilaku cemas akan membuat seorang nyaman? Tidak. Dia akan lebih sering berteriak karena panik.
Seorang ibu selalu ingin menjadi yang terbaik, meskipun tidak sempurna. So, jangan jadikan rasa bersalah akibat ekspresi marah sebagai label bahwa Anda bukan seorang ibu yang baik, Bunda. Teruslah berproses dengan mendengarkan insting keibuan yang telah diberikan Allah.
Profil Penulis:
Santy Musa, S.Psi adalah seorang ibu rumah tangga dan penulis lepas yang menyukai dunia wanita dan hal-hal yang berhubungan dengan eksistensialisme. Telah menerbitkan beberapa buku dan menjadikan kegiatan menulis sebagai penjaga pikiran.
Selasa, 21 April 2015
Inikah Nasib Semua Ibu Rumah Tangga?
"Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita" – Janet Suzman
Rumah berantakan, cucian menumpuk, pampers berserakan dimana-mana.
Aku masih terlalu muda untuk ini, umurku baru dua puluh lebih sedikit!
Rambutku kusut, wajahku jauh lebih tua, mataku sembab.
Dan penampilanku tak seperti anak-anak seumuranku!
Semua pekerjaan seakan tak ada habisnya.
Aku tak pernah punya waktu santai bahkan untuk berandai-andai.
Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup.
Seakan pekerjaan itu selalu mengejarku setiap waktu.
Aku mengaca dan apa yang kulihat?
Seorang wanita asing bertampang kusut, di manakah diriku dulu yang tak terlalu buruk?
Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.
Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.
Aku sudah lupa bagaimana rasanya berbincang dengan teman-teman di waktu senggang.
Karena memang tak ada lagi waktu sengang untukku.
Bahkan aku lupa bagaimana indahnya kerlap kerlip lampu kota pada malam hari.
Karena untuk bisa menghirup udara segar pun aku tak ada waktu.
Kadang ada rasa ingin kembali merasakan hal-hal yang tidak dapat aku rasakan saat ini.
Saat aku masih bisa bersenang-senang tanpa harus menanggung tanggung jawab yang begitu besar.
Kadang juga terbesit rasa iri dengan mereka yang sebaya denganku.
Tapi apa daya yang bisa ku perbuat..
Entah mengapa Tuhan mengijinkan aku untuk mengasuh dua anak-anakNya di usia yang se-dini ini.
Kini aku hanya seorang ibu rumah tangga, tapi kenyataannya aku ini juga seorang asisten rumah tangga, pengatur keuangan, koki, guru, perawat, wanita yang bermimpi menjadi pengusaha, dan juga... seorang anak yang merindukan masa mudanya.
Kadang-kadang, aku lupa bahwa jauh di dalam diriku,
Ada seorang wanita dengan bermacam-macam perasaan dan tadi malam, wanita itu menangis.
Dia lelah, kesepian dan merasa tidak dihargai.
Dia ingin melihat bunga mekar dari biji yang ditanamnya.
Kemudian di tengah kekacauan dalam kecepatan yang membingungkan,
Aku memandang anak-anakku dan tepat ketika aku membutuhkannya seakan mereka berkata “Bunda, aku sayang bunda..” dan pada saat itu juga aku hilangkan apa yang aku rasakan…
Seolah tak pernah aku rasa lelah sedikitpun, aku baik-baik saja...
Dikutip dr seorang psikolog: "Seorang ibu seringkali merupakan super human di rumah karena begitu banyak yang harus dilakukannya, termasuk mengasuh tambahan satu anak lagi yang dipanggilnya suami. Seringkali sebagai seorang suami dan anak-anak tidak menyadari bagaimana capeknya baik fisik maupun perasaan dari seorang ibu yang mengasuh anak-anak jaman sekarang yang penuh energi yang terus bergerak dan hanya diam setelah kehabisan energi yaitu tidur.
Dan di masa-masa kedamaian seperti itu, seorang ibu yang juga ingin istirahat seringkali harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan saat anak-anaknya bangun, seperti membersihkan dan merapikan rumah. Dan tidak lama saat makhluk kecil itu berenergi penuh lagi, rumah yang baru saja bersih, jadi seperti tidak pernah dibersihkan.
Seperti itulah pekerjaan ibu rumah tangga seakan tidak pernah ada habisnya.
Nb: aku dan kedua putraku yang selalu membuatku menyadari betapa berharganya hidup ini.
Sabtu, 08 November 2014
Selingkuh Perasaan Lebih Menyakitkan Ketimbang Selingkuh Fisik
Kali ini gue kembali membahas tentang perselingkuhan.
Bukan, bukan karena gue suka selingkuh tapi gue hanya sekedar sharing tentang pengalaman gue atau orang yang suka curhat sama gue.
Yang namanya diselingkuhin emang nggak enak, tapi ada yang lebih parah dari cuma ngeliat pasangan lo jalan sama orang lain, atau berhubungan sama orang lain. Tau apa?
Yups, menyadari pasangan ada perasaan/hati/emosional dengan orang lain lebih menyakitkan daripada jika pasangan berhubungan/jalan dengan orang lain.
Mungkin pacar lo tiap hari ketemu lo, bisa bilang kata-kata romantis, dll tapi apa lo tau yang ada jauh didalam hatinya?
Bisa aja dia berlaku seperti itu hanya untuk menutupi perasaan dia yang sebenarnya.
Fisiknya ada sama lo tapi nggak dengan hati dan pikirannya.
Bisa juga lo malah berpikir dia udah cinta bangettt sama lo karena perlakuannya yang begitu manis.
Atau mungkin ternyata lo yang suka jalan sama orang lain/berhubungan sama orang lain dan ngeliat pacar lo tetep baik-baik aja gak pernah macem-macem.
Tapi siapa sangka?
Dan sampai pada waktunya lo tau bahwa dia gak benar-benar memberikan 100% perasaannya sama lo, padahal yang lo tau dia bener-bener care sama lo.
Gimana?
Lebih sakit rasanya ketimbang dia yang cuma ngeliat lo jalan/berhubungan sama orang lain karena emang sebenernya dia gak sepenuhnya memberikan perasaannya sama lo.
Sedangkan lo yang emang bener-bener sayang cuma emang suka main-main aja karena berpikir pasangan lo itu udah bener-bener sayang sama lo, nyesek banget gak sih?
Ya, karena kita gak akan pernah tau saat kita menyakiti orang lain, balasan terhadap kita itu jauh lebih menyakitkan dari apa yang udah kita perbuat entah cepat atau lambat.
Kamis, 23 Oktober 2014
CIRI-CIRI PASANGAN YANG TIDAK SETIA
Banyak pengertian setia dalam bahasa yang diumumkan walau gak umum, semisal setia adalah selingkuh tiada akhir, Setia : setiap tikungan ada. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia setia adalah berpegang teguh pada janji dan pendirian. Sedangkan tidak setia berarti tidak berpegang teguh pada janji dan pendirian. Kenapa orang tidak setia, banyak faktor yang mempengaruhi seseorang tidak setia baik kepada pasangannya ataupun kepada janjinya.
Faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang:
1. "Faktor Pembawaan"
Faktor pembawaan adalah faktor yang diperoleh dari keturunan atau didapat dari sejak dia lahir. Ada tipe tipe orang yang yang memang tidak bisa setia pada pasangannya karena memang dari sononya sudah diberikan bekal untuk tidak puas dengan sesuatu yang didapatkan (pinginnya sesuatu yang baru dan fresh) walaupun itu manusiawi, namun ada seseorang yang bisa mengendalikan nafsunya ada juga yang tidak bisa mengendalikannya.
2. "Faktor Lingkungan"
Faktor lingkungan juga mempengaruhi kepribadian seseorang, semisal jika berasal dari lingkungan masyarakat dan sekolah yang tidak kondusif (semisal lingkungannya atau temen-temennya suka ganti-ganti pasangan sehingga menyebabkan dia berupaya menunjukkan tajinya untuk mengikuti jejaknya) contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi seseorang tidak setia.
Berikut ciri-ciri orang yang bisa di bilang mengarah ke faktor tidak setia menurut beberapa sumber yang gue rangkum jadi satu :)
1. "Kalau bicara suka bohong"
Faktor utama seseorang yang tidak setia adalah suka berbohong, ciri-ciri orang yang berbohong kelihatan dari matanya yang tidak berani melihat mata lawan bicaranya karena telah melakukan sebuah kesalahan. Makanya kenapa gue kalo ngajak ngobrol orang selalu mantengin matanya, karena sedikit banyak gue bisa tau lawan bicara gue lagi bohong atau nggak cuma diliat dari matanya.
2. "Mudah bosan dengan sesuatu"
Jika dilihat dari kebiasaannya, semisal sering berganti-ganti hanphone, dalam artian bukannya mengikuti trend tapi ganti seasalnya saja, termasuk suka ganti-ganti nomer handphone, ganti-ganti hobi dll. Suka berganti-ganti baju tidak termasuk ya, kalo gak suka ganti baju itu namanya jorok-_-
3. "Status di media sosial yang tidak konsisten"
Status disocmed yang tidak konsisten dan biasanya menunjukkan seseorang yang tidak setia kepada satu pasangan saja. Seperti tidak menunjukan si dia sudah punya pasangan atau dia tidak mau kalau orang-orang tau dia udah punya pasangan, wajib diwaspadai karena bisa saja banyak yang dia incar disocmednya tersebut. Tapi menurut gue jaman genee orang lebih frontal, mau lagi pake PP berdua pasangan juga kalo mau modus juga tetep bisa modus. Ini yang level tidak setianya udah tingkat dewa.
4. "Tidak mau terbuka dengan pasangannya"
Maksudnya terbuka bukan berarti harus semuanya dibuka ya, namun keterbukaan terhadap sesuatu yang perlu untuk diketahui pasangan, semisal "dari mana, mau kemana, habis sama siapa, atau ada telpon dari siapa dll" jika ditanya hal tersebut selalu berbelit-belit dalam menjawabnya, ya mending lo jadi jomblo aja deh ya, daripada stress. Karena bisa dipastikan seseorang yang ketika ditanya pasangannya dia menjawab dengan gagap atau ragu-ragu, ada yang disembunyikan didalamnya.
5. "Pemarah (dalam konteks bukan faktor pembawaan atau bukan kena darah tinggi)"
Ketika kita lagi tanya dia, tapi dia malah marah-marah terhadap sesuatu hal yang tidak penting entah hanya untuk mengalihkan pembicaraan/menyembunyikan kesalahannya bisa dipastikan dia habis macem-macem! Atau dia malah berbalik menyalahkan kita. Yaelah bro, mending jadi jojoba. Jomblo jomblo bahagia..
6. "Tidak menghargai perasaan pasangannya"
NAH INI YANG PALING PENTING BROOO!! Dia menjalin hubungan atau memberikan nomor handphone/contact lain yang bersifat pribadi kepada lawan jenis yang tentunya tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya atau teman bisnisnya, ini terjadi karena dia selalu ingin mencoba menguji apakah pesonanya tetep ada TANPA BERPIKIR kalau hal itu akan menyakiti pasangannya DAN hal itu merupakan AWAL DARI PERSELINGKUHAN. Kenapa gue bisa bilang gitu? Loh, bukannya awal dulu lo sama dia juga cuma teman biasa, berawal dari tukeran nomer, kontek-kontekan lalu berhubungan lebih lanjut hingga saat ini? Coba dipikir lagi..
7. "Melakukan pendekatan kepada teman dekatnya"
Ciri-ciri pasangan yang tidak setia berikutnya adalah mereka mendekati teman dekatnya, agar menarik perhatian dan membuat pasanganya cemburu (mungkin) tapi lama-lama jadi keenakan dan keterusan deh.
8. "Pasangan kamu sering mendapat telpon-telpon dari orang-orang 'asing' "
Kadang ada orang yang pinter bisa mematikan/membuat telponnya dalam keadaan “silent”, jadi jikalau si selingkuhannya telpon, pasti gak akan ketauan sama lo. Kadang juga mungkin dia tidak mematikan telponnya, tapi tiap hape dia bunyi langsung buru-buru diliat atau mungkin kebetulan ada yg telpon terus dia ngangkatnya sembunyi-sembunyi tapi selalu memberikan alasan ke lo kalo itu orang kantor atau klien atau orang lain terus dia cepet buat cerita bohong untuk menutupinya.
9. "Sok baek"
Ini adalah satu ciri-ciri yang mungkin patut dicurigai oleh orang yang suka selingkuh. Saking dia ga mau ketauan, dia malah berbuat sebaliknya. Dia malah tiba-tiba jadi romantis, entah ngasih kado atau ngelakuin hal yang lo seneng dengan tiba-tiba. Hal itu dia buat biar dia gak ketauan lagi menjalankan 'misi' karena lo berpikir dia baik-baik saja~
10. "Lebih doyan dandan, centil, dan metroseksual"
Yahhhh ga musti sampe metroseksual sih, tapi pokoknya dia jadi lebih suka dandan deh. Keluar kemana aja, meskipun cuman ke pasar ataupun ke mall tapi bukan acara penting, dia bisa-bisanya dandan make gel sama parfum atau kalo buat yang cewe jadi lebih centil yang tadinya tomboy jadi suka makeupan. Ya kalo tiba-tiba berubah gak seperti dia biasanya ya perlu dicurigakan.
11. "Sering ga konsen dan kurang fokus"
Lo padahal lagi cerita soal keseharian lo tadi ngapain aja, eh, dia malah asik ngelamun sambil maenin sedotan minumannya dan senyum2 sendiri atau kalau lo ajak ngomong jadi gak nyambung kayak ada yang lain lagi dipikirin tapi pas lo tanya dia bilang "gak ada apa-apa atau gak kenapa-kenapa".
12. "Banyak 'barang bukti' yang dia hapus"
Hari gini yekan orang-orang udah pada pake hape canggih. Mau lo abis ngapain aja dan lo hapus entah sms, chat, tlp dll tetep bakal ada di hape lo. Mungkin orang-orang masih banyak yang gak ngerti ya caranyaaa? Hahaha gue doang berarti yang kepo maksimal sehingga mendapatkan berbagai cara untuk mengetahui apa yang ingin gue ketahui B))) ya samalah kayak leptop apa yang udah lo hapus tetep ada di recycle bin? Ya kira-kira begitulah. Nah, kalo dia udah hobby hapus-hapus itu biar gak ketauan sama lo. Berati emang ada yang disembunyiin kan? :)))
13. "Pasangan lo gak bolehin/ketakutan pas lo pegang hapenya"
Wah, biasanya pasangan yang tidak setia itu melarang pacarnya untuk memegang hapenya. Atau mungkin buat yang takut pacarnya curiga tetep dibolehin pacarnya liat tapi sambil diawasin kali-kalo gitu dia ada yang lupa ngapus hahaha fak banget yeay.
14. "Memiliki banyak teman lawan jenis"
Emang salah punya temen lawan jenis? Ya nggaklah. Tapi menurut sumber yang gue baca ciri-ciri orang yang mudah berselingkuh itu yaitu orang yang bisa berhubungan dengan banyak lawan jenis dalam satu waktu. Curiga berlebihan ya jangan tapi waspada boleh..
15. "Dia mudah berjanji tapi sulit membuktikan"
Yang suka ngobral janji kayak "aku rela disengat ubur-ubur demi kamu yang" yah udah deh ngalamat dia bukan tipe orang yang setia karena orang yang setia tidak pernah membuat janji tapi langsung membuktikan dengan perbuatan. Orang yang benar-benar setia tidak pernah banyak bicara tapi langsung melihatkan bahwa mereka bersungguh-sungguh tidak hanya bermain-main dalam menjalani hubungan tersebut.
Naah itu kira-kira beberapa ciri-ciri pasangan yang tidak setia.
Kalo ada beberapa yang sama kayak pasangan lo coba diomongin baik-baik. Tapi kalo emang semuanya pasangan lo banget berarti lo punya kesempatan buat mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi :)
Ada sedikit wejangan dari gue, jangan habiskan waktumu untuk orang yang tidak setia kepadamu, sesungguhnya mereka telah memberikan jalan agar kamu mendapatkan yang lebih baik daripada dia :)
Karena orang-orang yang pandai berselingkuh akan selalu menemukan cara untuk tetap berselingkuh.
Dan seandainya mereka berjanji untuk tidak berselingkuh lagi, mereka akan tetap berselingkuh jika ada kesempatan lagi.
Buat yang tau ciri-ciri pasangan berselingkuh lainnya yang belum gue tulis disini boleh tulis dikomentar :)
Thankies. Bye :*
Rabu, 24 September 2014
Seberkas Kenangan
Ketika pertama kali bertemu, bersatu dalam janji.
Seakan dunia hanya milik kita berdua.
Seakan alam pun berdendang ria, memandang kita ceria.
Bahkan aku sempat berfikir bahwa aku terlahir ke dunia hanya untuk membuatmu bahagia.
Meski terkadang harus ku korbankan segenap jiwa dan raga.
Walau terkadang aku harus menderita, kecewa, dan terluka.
Tapi aku tetap mencintai dirimu apa adanya.
Wahai belahan jiwaku, masih ingatkah kamu?
Ketika kita bernyanyi bersama di sore itu,
Kau tersenyum mesra kepadaku.
Dan indahnya sinar bulan. Ingatkah kamu?
Ketika kita makan malam bersama di malam itu.
Kau menatapku dengan keindahan sorot matamu.
Namun semua itu kini hanya seberkas kenangan untukku.
Yang masih terkemas rapi dalam setiap ingatanku.
Meski terkadang aku harus merasakan pilu.
Dilubuk hati yang terdalam ku masih sangat menyayangimu.
Kamis, 04 September 2014
Untuk Papa
Untuk Papa disana,
Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai. Papa adalah pahlawanku dan lenganmu adalah tempat pertama dimana aku merasa begitu nyaman dan terlindungi.
Terimakasih karena telah mendengarkanku. Bisa berbagi cerita denganmu dan menunjukkan sisi terlemahku adalah hal penting bagiku untuk tumbuh menjadi seorang wanita. Papa punya semua saran yang kubutuhkan, ataupun sekedar untuk menghapus air mataku kala aku bersedih.
Terimakasih karena telah bekerja begitu keras. Papa telah memberi rasa aman padaku sehingga kini aku berusaha untuk mandiri saat kau telah pergi.
Terimakasih karena menerimaku apa adanya. Di luar sana ada banyak pria yang selalu menuntutku menjadi wanita sempurna, tetapi hanya Papa laki-laki yang menerimaku apa adanya, mendorongku untuk menjadi diriku sendiri dan menerima apa yang ada dalam diriku.
Terimakasih untuk waktu yang Papa berikan untukku. Mengantarkan dan menjemputku ke sekolah, mengambilkan rapotku, mengajakku bermain, membelaku saat ada teman yang menghinaku. Aku tahu Papa pasti capek, tapi waktu yang Papa berikan untukku membuatku merasa menjadi segalanya.
Terimakasih untuk omelan-omelan kecil karena kenakalanku. Meskipun menjengkelkan, aku tahu itu cara lain Ayah untuk mengatakan, "Aku khawatir padamu, aku ingin kamu baik-baik saja."
Terimakasih untuk tegas dan loyal karena Papa mengajarkanku bagaimana menghadapi kerasnya dunia tanpa menggunakan tangisan sebagai senjata meluluhkan lawan. Terimakasih karena membentukku menjadi karakter yang kuat yang menghargai dan menghormati diriku sendiri.
Rasanya rasa terimakasih ini tidak bisa terucapkan dan tertulis semua di sini. Begitu banyak pengorbanan dan kasih sayang yang Papa berikan untukku. Aku tahu Papa adalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Tapi bagiku Papa adalah ayah paling sempurna yang mengajariku pelajaran hidup berarti.
Tak peduli siapapun laki-laki yang akan mendampingiku lagi kelak, aku akan selalu mencintaimu. Tidak peduli berapapun usiaku, I'll always your daddy's little girl.
I love you, Pa.
Kamis, 28 Agustus 2014
Kesetiaan Yang Dikhianati
Aku tidak pernah meminta untuk dicintai oleh siapapun.
Lebih baik aku hanya dikenal daripada dicintai hanya untuk dikhianati.
Begitu hancur perasaan ku kini.
Bagaimana bisa kesetiaan dan kejujuran yang selalu aku tanam harus ku tuai dengan pengkhianatan?
Aku bukan wanita yang suka mengemis untuk dikasihani.
Aku hanya butuh untuk dimengerti.
Jika sudah ku korbankan seluruh jiwa dan raga kenapa aku harus terluka dan kecewa?
Semakin sering hati ini tergores, semakin tipis rasa yang ada.
Mungkin dulu, hatiku begitu sakit saat tau kau khianati.
Tapi tidak begitu untuk sekarang ini.
Aku mulai terbiasa atau mungkin membiasakan diri dengan apa yang terjadi.
Sayang semua sudah terlanjur.
Tidak dapat aku akhiri lagi.
Bagaimana bisa hubungan awal yang masih indah tapi dikhianati?
Aku tidak membayangkan jika beberapa tahun ke depan apa yang akan terjadi jika awal saja telah kau khianati.
Mungkin semua salah tidak terletak padamu. Tapi padaku..
Aku terlalu berharap lebih padamu.
Aku terlalu percaya padamu.
Aku menaruh hatiku pada tempat yang salah.
Semua memang salahku.
Andai dapat ku putar waktu, aku lebih memilih untuk tidak masuk kedalam kehidupanmu.
Bukan, bukan aku tak mencintaimu.
Tapi aku lebih mencintai hatiku sendiri yang harus selalu menahan luka karenamu.
Selasa, 05 Agustus 2014
Think Twice Before You Speak
"Think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another."
- Napoleon Hill
Mungkin quote diatas udah basi alias udah sering kita denger.
Tapi kenapa masih banyak orang yang kalo mau ngomong gak pernah dipikir dulu.
Kalo cuma buat bercanda okelah ya, gue gak mempermasalahkan.
Tapi kalo hal-hal pribadi seseorang atau hal-hal yang gak patut buat dibicarakan kenapa masih aja diucap ya?
Kadang apa yang kita anggap sepele itu bisa aja penting buat orang lain.
Kita gak bisa menyamakan isi pikiran kita dengan siapapun.
Kalo hal yang kita ucap tanpa kita sadari bikin sakit hati orang lain gimana?
Mungkin orang itu bakal diem aja tapi dalem hati dia ngebatin.
Ya gue lah contohnya.
Dikatain apa aja gue diem.
Kenapa?
Kalo gue bales sama aja dong gue gak punya otaknya kayak yang ngatain?
Contohnya,
Sekarang gue bahagia.
Banyaaak banget timbul omongan, gara-gara pacar gue kayalah, gue tinggal enaknya doanglah, apa-apa diturutinlah.
Laahhhh ketauan amat siriknya.
Kemaren-kemaren gue gak bisa makan pada kemana lo?
Giliran orang bahagia, dinyinyirin.
Lagian emang tau cowo gue kayak gimana, kerjaannya apa dan lain lain?
Emang tau kalo alhamdulillah online shop yang gue bangun dari 3 tahun yang lalu itu hasilnya gak kalah sama gaji-gaji lo?
Emang lo pikir gue gak kerja terus gak bisa menghasilkan uang?
Gak tau kannn?
Tapi hebat banget ya pada bisa ngebahas.
Ya berarti sih hidup gue ada kemajuan, gak kayak orang-orang yang terlalu sibuk sama hidup orang lain jadi lupa ngurusin hidupnya sendiri.
Itulah makanya gue rada tertutup sama orang.
Gue gak pernah ngomong duluan kalo gak diajak ngomong.
Karena apa?
Kita diem aja masih jadi bahan omongan orang apalagi kita banyak omong.
Karena kalo kita bergaul sama sekelompok orang yang suka ngomongin orang, saat kita gak lagi ngumpul, gantian kitalah yang diomongin.
Saran gue sih ya, gak usahlah banyak omong, ngurusin hidup orang lain itu gak penting, kalo orang lain bahagia aturan kita ikut seneng.
Selama orang itu gak ngusik dan gak minta makan sama kita kenapa kita harus ribet?
Jujur sih ya kalo ada orang yang asal jeplak tentang hidup gue tuh bawaannya emosi banget apalagi itu orang gak tau hidup gue kayak gimana, gimana susahnya ngebangun hidup dari bawah, gimana susahnya saat cuma tinggal sama anak gue yang masih bayi sedangkan umur gue masih 21tahun, mungkin lo lo pada diumur segitu masih seneng-seneng pake duit orangtua, lah gue udah muter otak gimana caranya buat menuhin hidup gue dan anak gue.
Dan saat sekarang hidup gue udah lebih maju, mereka-mereka yang gak peduli saat gue jatuh kenapa sekarang pada muncul dengan nyinyiran-nyinyiran itu?
Aturan jaman semakin maju, pikiran orang juga harus lebih maju.
Percuma kalo bertitle tapi hanya sebatas ijazah.
Senin, 04 Agustus 2014
Keluarga
"Kamu tidak bisa memilih dikeluarga seperti apa kamu dilahirkan, tapi kamu bisa memilih keluarga seperti apa yang akan kamu bentuk." - Kei Savourie
Aku lahir disebuah keluarga yang tidak harmonis, dan akupun besar dikeluarga yang tidak utuh.
Sebuah keluarga yang tidak diinginkan siapapun untuk menjadi bagiannya.
Menyesal?
Tentu tidak.
Aku tidak akan menyesali hal yang tidak dapat aku pilih.
Tentu bukan mauku tapi aku tau Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan umatnya.
Dan mungkin aku adalah salah satu umat yang Tuhan yakin mampu untuk melewati cobaan seperti ini.
Saat masih taman kanak kanak, disaat anak seusiaku bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga tapi bagiku, pertengkaran ditengah keluarga adalah makanan sehari-hari.
Mungkin pada saat itu aku belum mengerti, tapi aku bisa merasakan dan semua itu tersimpan dalam memori hingga saat ini.
Tapi sekali lagi, aku tidak pernah menyesal.
Aku mempunyai seorang ayah yang hebat, sayang saja saat ini ayahku sudah berada ditempat terbaiknya disana.
Ayah yang sangat sayang pada anak-anaknya, ayah yang bertanggung jawab, ayah yang sabar dan tidak pernah mengeluh seberat apapun hidup yang harus ia lalui.
Bagaimana dengan ibuku?
Ah sudahlah, aku tidak bersemangat menceritakannya.
Kini, aku sudah memiliki satu anak.
Hal yang menimpaku awalnya aku tak ingin anakku juga merasakannya.
Tapi apa daya, mungkin semua ini sudah digariskan Tuhan untukku.
Saat aku tak dapat memiliki orangtua yang utuh, akupun harus mengulang kesalahan orangtuaku dulu.
Sekarang aku mengerti.
Mungkin perpisahan itu tidak baik tapi lebih tidak baik lagi kalau memaksakan sesuatu yang sudah tidak sejalan.
Mungkin semuanya terlalu cepat, baru 1tahun 8bulan usia anakku.
Tapi itu lebih baik karena dia tak perlu melihat dan mendengar apa yang seharusnya tidak dia tau sama sepertiku, dulu.
Sedih?
Mungkin..
Baru saja aku melewati hari lebaran tanpa keluarga.
Hanya berdua dengan anakku didalam kamar.
Disaat yang lain bisa bersama dengan keluarganya, entah suami, ayah, ibu atau saudara mereka.
Iri?
Ya, aku hanya manusia biasa..
Aku juga menginginkan hal seperti itu.
Betapa bahagianya memiliki keluarga, karena menurutku harta yang paling indah itu hanya keluarga, harta yang tidak dapat kita tukar dengan apapun.
Aku tidak pernah mengeluh, aku selalu menutup semua kesedihanku dengan senyuman
Aku selalu membuat orang meringis walaupun sebenarnya hatiku sedang menangis
Aku selalu membuat orang tertawa walau sebenarnya hatiku sedang terluka.
Aku hanya ingin semua orang disekitarku tidak merasakan hal yang sama denganku.
Aku hanya berharap, semoga suatu saat nanti aku punya keluarga seperti yang aku impikan, ada ayah, ibu dan anak-anaknya tentu saja dengan kehangatan didalamnya bukan pertengkaran yang sering aku rasakan dulu..
Jumat, 01 Agustus 2014
Kekerasan Dalam Pacaran
Wah… masih pacaran aja udah ada kekerasan, apa lagi menikah ya???
Btw, apa ya yang di maksud dengan KDP atau istilah kerennya dating violence itu?
Kekerasan Dalam Pacaran adalah suatu tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.
Setiap pasangan pasti pernah mengalami cek-cok, tapi satu hal yang harus dipahami adalah kita harus dapat memisahkan antara adu pendapat yang biasa terjadi dengan kekerasan dalam pacaran. Belum yakin apakah hubungan kita termasuk kategori kekerasan dalam pacaran? Coba cek lima tipe di bawah ini:
Fisik
Kekerasan fisik adalah jenis yang paling nyata. Bentuknya dapat berupa memukul, menonjok, menampar, menggigit, menendang dan tindakan lain yang melukai secara fisik. Jika kamu melihat orang yang kamu sayangi memiliki luka memar, luka sundutan rokok, luka yang tampak seperti goresan karena perkelahian, cobalah untuk mengajaknya bicara dan dengarkan.
Mental
Kekerasan mental terjadi saat seorang pacar secara terus-menerus menekan pasangannya. Mereka bisa jadi mengancam, atau menuduh orang lain mengkhianatinya. Hal ini dapat berbahaya bagi pikiran dan dapat menyebabkan hubungan tak sehat. Semisal: “Kalau kamu ninggalin aku, aku akan bunuh diri.”
Emosional
Tipe pacar semacam ini kerap melakukan kekerasan untuk mengontrol perilaku, kepribadian, dan kehidupan pasangannya. Mereka menghancurkan semangat cewek atau cowoknya. Hal ini disebut sebagai kekerasan emosional. Contoh: “Kamu nggak boleh jalan dengan dia.”
Seksual
Kekerasan seksual tak diinginkan termasuk menyentuh, mendesak seseorang untuk berhubungan seksual, atau bahkan memerkosa. Ya, perkosaan adalah perkosaan, bahkan jika kalian dalam relasi pacaran.
Finansial
Kekerasan finansial melibatkan keuangan. Jika pasanganmu menggunakan kartu kreditmu tanpa izin, memaksamu mentransfer gajinya langsung ke rekeningnya, dll
Kalau udah ngomongin mitos, pasti ada rasa percaya ga percaya. Hati-hati lho, ada beberapa mitos yang belum tentu benar, bahkan terkadang menyesatkan.
Beberapa contoh:
- Bahwa cemburu maupun kekerasan dari pacar bentuk perhatian do’i ke kita dan tanda bukti kalau dia cinta sama kita
(Itu sih bukan bukti cinta, tapi upaya mengontrol serta membatasi agar kita patuh dan tunduk agar mau mengikuti keinginan do’i)
- Kalau si do’i sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, maka korban sudah aman, dan berikir si do’i gak akan ngulangi perbuatannya lagi.
(Kekerasan umumnya terjadi seperti siklus atau lingkaran yang terus kembali pada pola lamanya. Sesudah melakukan kekerasan pelaku sering meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Sebaiknya jangan mudah percaya deh, soalnya janji – janji itu sulit dipercaya)
- Setelah melakukan kekerasan terhadap kita, si do’i akan semakin mesra
(Mesra dari mana? Jelas – jelas dia melakukan kekerasan. Jadi kalau mau mesra tiap hari, tiap hari juga harus melakukan tindakan kekerasan. Pandangan yang seperti ini biasanya buat keliru)
- Setelah punya pacar, maka pasangan kita berhak melakukan apa saja, karena itu sudah menjadi miliknya.
(Eitss…. Siapa bilang? Tak seorang pun berhak atas diri kita, selain kita sendiri. Pasangan kita pun tidak berhak memperlakukan diri kita seenaknya)
Tanamkan dalam diri bahwa kita berhak atas tubuh dan jiwa kita, tak seorangpun berhak menggugat.
Harus berani berkata “TIDAK”, jika dia mau melakukan kekerasan.
Waspada dengan rayuan dan janji – janji manisnya.
Jika sudah menjadi korban kita berhak marah, dan segera melaporkannya ke pihak berwajib.
So…. Kekerasan dalam pacaran emang ada. Namun, kebanyakan saat sedang jatuh cinta, kita menganggap bahwa pacar kita adalah segalanya dan membuat kita rela diperlukan atau melakukan apapun demi si dia. Taw gak sih? Cemburu berlebihan, membentak, memaki, memukul, menampar, itu semua bukan bentuk rasa cinta, tapi KEKERASAN :')
Sumber:
1. https://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/fakta-mengenai-kekerasan-dalam-pacaran-pada-anak-muda-075850590.html
2. http://kisara.or.id/remaja/kdp-kekerasan-dalam-pacaran.html
Jumat, 25 Juli 2014
Makna Lagu Because Of You - Kelly Clarkson
Sebenernya lagu ini udah cukup lama sekitar tahun 2005an.
Entah kenapa pas lagi denger lagu ini di radio gue langsung buru-buru download mp3 nya.
Gak ngerti kenapa bisa menyentuh bangeeeet lagu ini buat gue.
Semacem ada chemistry gitu, jaelah gaya hahaha
Dan ternyataaaa~
Lagu ini cukup menyedihkan apabila kita dalami artinya. Dalam sebuah wawancara, Kelly Clarkson mengatakan bahwa lagu ini mengisahkan hubungannya dengan ibunya. Kelly dibesarkan dalam keluarga yang tidak utuh. Orang tuanya bercerai ketika ia masih muda. Dan selanjutnya ia menjalani hidup yang buruk dengan ibunya. Ibunya tampak menggantungkan hidupnya secara emosional kepada Kelly, dan Kelly tidak mau hal itu. Ia masih terlalu muda untuk menanggung beban itu.
Gileee!! Kenapa bisa sama banget sih Mbak Kelly nasibnya sama gue?!!
Pantes gitu ya waktu dengerin lagu ini gue mau nangis, gara-gara gak ngerti artinya hahaha
Bukan.. gara2 nyentuh banget, walaupun gue tau artinya tapi gak tau maksud lagu ini.
Dan ternyata artinya sama banget sama kisah hidup gue..
Mungkin bener lagu ini adalah curhat seorang Kelly Clarkson tentang orang tuanya, biar lebih afdol mending kita simak interview di situsnya EMI Music Publishing:
“‘Because Of You’ isn’t about breakups, it’s about my family. It is about growing up in a broken home. My parents were together for 17 years or so, and then all of the sudden, something went wrong. But I’ve talked to lots of friends who have seen domestic violence in their homes; I didn’t. But if you see those things as a child, you see a family member cheating or people not trusting each other or people not communicating with each other, that effects you. You end up afraid to trust people, because you think you’re going to get screwed over. Me and a friend of mine were up late one night talking about our lives, and it led to this song. I wrote it when I was 16, my friend was having a really hard time with her family. It was a different situation than mine, but I could relate to what she was going through. My parents were together for a long time, and suddenly one thing happens, and it’s over. That could happen to me. It made me feel like, why would I want to open up and trust someone? I know that it’s a childish way to look at it; life is a risk, and anything worth having is worth taking a risk for, but I wrote it when I was 16. I have learned a lot since then. At the same time, it doesn’t matter how old you are, you can still relate. I was 6 when my parents got divorced. I used to be the most closed off person. I didn’t want to get hurt. I had been messed over by friends, and I had been through a lot with my family. I didn’t pity myself, but I did put a wall up. I’m smarter now, but I have a good relationship with God, and that’s gotten better over the years. That’s why I’ve gotten smarter about situations. I’m a very trusting person now. I’m not going to let people screw me over left and right, but at the same time I’m not going to close myself off. That’s a big step for me.”
Pantesan lagu ini terasa begitu "real" – wong pengalaman pribadi penyanyinya. Tanpa harus terlalu disimak apa isi liriknya, Kelly Clarkson berhasil mengekspresikan kegetiran dan kemarahannya lewat permainan vokalnya.
Kira-kira beginilah makna dibalik lirik lagu tersebut..
I will not make the same mistakes that you did
Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti yang engkau lakukan
I will not let myself cause my heart so much misery
Aku tidak akan membiarkan diriku
Menyebabkan hatiku sangat sengsara
I will not break the way you did
You fell so hard
Aku tidak akan melanggar seperti yang engkau lakukan,
Kau jatuh begitu keras
I learned the hard way, to never let it get that far
Aku telah belajar dari pengalaman pahit
Untuk tidak pernah membiarkan hal itu terjadi sampai sejauh itu
Because of you
Karena Engkau
I never stray too far from the sidewalk
Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari jalanku
Because of you
Karena Engkau
I learned to play on the safe side
So I don't get hurt
Aku belajar bermain di sisi yang aman agar aku tidak terluka
Because of you
Karena Engkau
I find it hard to trust
Not only me, but everyone around me
Aku merasa sulit untuk mempercayai bukan hanya diriku, tapi semua orang di sekitarku
Because of you
Karena Engkau
I'm afraid
Aku takut
I lose my way
Aku kehilangan caraku
And it's not too long before you point it out
Dan itu tidak terlalu lama sebelum engkau menunjukkannya
I cannot cry
Aku tidak bisa menangis
Because I know that's weakness in your eyes
Karena aku tahu ada kelemahan tersirat di matamu
I'm forced to fake a smile, a laugh
Every day of my life
Aku terpaksa dalam kepalsuan
Senyum, tawa setiap hari dalam hidupku
My heart can't possibly break
Hatiku tidak mungkin beristirahat
When it wasn't even whole to start with
Saat hati itu bahkan tidak utuh sama sekali untuk menjadi landasan
Because of you
Karena Engkau
I never stray too far from the sidewalk
Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari jalanku
Because of you
Karena Engkau
I learned to play on the safe side
So I don't get hurt
Aku belajar bermain di sisi yang aman agar aku tidak terluka
Because of you
Karena Engkau
I find it hard to trust
Not only me, but everyone around me
Aku merasa sulit untuk mempercayai bukan hanya diriku, tapi semua orang di sekitarku
Because of you
Karena Engkau
I'm afraid
Aku takut
I watched you die
Aku melihat kau mati2an
I heard you cry, every night in your sleep
Aku mendengar kau menangis disetiap malam didalam tidurmu
I was so young
Aku masih sangat muda
You should have known better than to lean on me
Kau seharusnya tahu lebih baik daripada bersandar padaku
You never thought of anyone else
Kau tidak pernah memikirkan orang lain
You just saw your pain
Kau hanya melihat rasa sakitmu
And now I cry
In the middle of the night
Dan sekarang Aku menangis di tengah malam
Over the same damn thing
Untuk hal menyebalkan yang sama
Because of you
Karena Engkau
I never stray too far from the sidewalk
Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari jalanku
Because of you
Karena Engkau
I learned to play on the safe side
So I don't get hurt
Aku belajar bermain di sisi yang aman agar aku tidak terluka
Because of you
Karena Engkau
I tried my hardest just to forget everything
Aku mencoba segalanya bagiku paling sulit hanya untuk melupakan
Because of you
Karena Engkau
I don't know how to let anyone else in
Aku tidak tahu bagaimana membiarkan orang lain masuk (dalam hidupku)
Because of you
Karena Engkau
I'm ashamed of my life because it's empty
Aku malu dengan hidupku karena hidupku kosong
Because of you
Karena Engkau
I'm afraid
Aku takut
Because of you
Karenamu
Because of you
Karenamu
Kayaknya lagu ini bakal nongkrong lama di playlist hp gue..
Yah, gue pikir cuma gue yang punya pengalaman hidup pahit sama ibunya..
Karena gak semua orang paham sama yang gue atau Kelly rasain, sebelum mereka merasakan sendiri..
Gak ada dan gak akan ada yang mau jauh dari ibu kecuali memang nasib yang mengatakan hidup gue harus seperti ini..
Beruntunglah kalian yang mempunyai ibu selayaknya ibu yang 'seharusnya'.
Karena gue, belum pernah merasakan itu...
Kamis, 10 Juli 2014
There's Nobody Stronger Than A Single Mom
Being a single mom is not easy. Sometimes, after tiring and stressful times, all you need is some motivation to keep going.
This is the most difficult aspect of being a single mom apart from the financial challenges. You have to pamper your precious children as a mother and also scold them like a father when they go wrong.
As a single mom you have to be there for your children. They need your presence far more than any gifts you might buy for them. Children need quality time. You have to avail yourself to them as much as possible.
Let me ask you guys a question!
When you look at a single mom, what is it that you see?
A strong woman that can raise children on her own?
or an incomplete broken family?
You see to me a single mom
is a strong individual that has no choice but to raise her children on her own,
And I’m sure I speak for many single mom when I say that we didn’t plan to bring up our children alone
Do we choose to be a single mom?
That’s usually not the case.
But who do we blame? Do we blame the mothers or do we blame the fathers for this stereotyped race?
Me personally, raising my son as a single parent was never easy as i had him at a very young age,
But in this world that we now live in, it’s usually hard work to get the natural fathers to positively engage!
So what do we do?
We have to take on a role that we were never built to do,
Instead of being one parent of a family we end up playing the roles of two
Not to mention the worry of when our child gets ill then having to play the parts of two people
It’s so hard bringing up children in a role when we already know it should be equal.
So what next?
I know a lot of us worry thinking which man would want to take up our child as their own
But there’s many many many men out there who God has given the grace to be stepfathers so that we don’t have to do it alone.
The hard work that being a single mom will surely not be in vain,
God sees it all..
No matter what life brings you, always keep a smile on your face. I know that life can get hard, especially if you are a single mom like me.
But when it does get hard, remember that you are everything to your child. You are his comfort, his safe haven, his teacher, his friend and his biggest love.
Children are a mirror of our soul, they reflect all of our actions. If you are happy, so will be your child. If you are a single mom, it really is twice the work, twice the tears and twice the stress, but it is also twice the kisses, twice the hugs, twice the love and twice the pride♥
Sabtu, 28 Juni 2014
I Love You♥
Dear Izza,
When I am with you, I feel alive. You bring to me a happiness that no one else ever could. You bring to me a love I have never known before. I couldn't imagine what my life would be like without you. I love being with you and I want to spend the rest of my life with you.
Every day I wake up thanking God for you. You have given me so much, and I don't know if I will be able to give back all that you have given me. You have been my guiding light when I was lost. You have been my comforter through all my trials and sorrow.
I want to tell you that the love I have for you is undying. It is a love that is strong and will stand the test of time. I truly feel blessed that you have become a part of my life, and I can't wait for the day that we can join our lives together.
I promise to always love you and always hold you in my heart. I will always be here for you when you need me, and I will love you no matter what life brings us. You are my soul mate, and I love you so much!
Yours,
Zee♥
Selasa, 17 Juni 2014
Insecure Sama Pasangan
Well, berhubung gue lagi ngerasa 'agak' insecure akhir-akhir ini sama pasangan gue, makanya gue googling deh gimana caranya biar gue bisa mengurangi sifat keji gue ini (NGAHAHAHA LEBAYYYY)
Eh gue nemu postingan bagus di www.febrinastevani.com nah postingan gue kali ini disponsori sama postingan doi yang gue posting ulang plus gue tambah-tambahin dikit hehe.
Btw, thankies ya kakak febrina, postinganmu menarik sekali :3
INSECURE SAMA PASANGAN
Insecure, kayanya semua pernah berada di momen seperti ini. saat merasa si A lebih ini, si B lebih itu dll. Insecure menurut gue adalah rasa tidak percaya diri pada seseorang yang tidak diungkapkan, jadi yang muncul adalah perasaan keki terhadap orang yang menurut dia 'Ancaman'. i've been there. :p
Rasa 'Insecure' terhadap pasangan juga beda tipis sama KEPO. ya, KEPO. Rajin banget liat timeline twitternya, liat siapa yang mention, followers, following dll. Rajin banget 'berkunjung' ke facebooknya, ngecek kalo ada yang ngewall. Rajin juga liat BBM-nya dan berharap dia gak tau terus liat watsap, line dan visit dipath! ANNOYING!
DAN GUE JUGA AKHIR-AKHIR INI BEGITU!
OH-MY-GODDAMNNNN!
APA ADA YANG KONSLET DI OTAK GUE?!!
Dan akhirnya pasangan gue pun mulai gak nyaman.
Jadi sering ribut karena gue selalu ngambek tiba-tiba gak jelas.
Dia jadi suka marah karena gue kelewat insecure.
Rasa penasaran yang luar biasa membara (lebay :p) membuat gue jadi bertanya-tanya.. Kenapa sih seseorang termasuk gue bisa merasa 'Insecure' terhadap pasangan-nya? ini adalah beberapa artikel yang didapat kak febrina lewat om Google:
"Hari ini ada yang menstate bahwa gw tidak peduli pada pasangan. Hanya karena gw jarang acak-acak fb dia, jarang nimbrung di twitternya, jarang buka-buka cek bbmnya. Ah masa-masa itu sudah lewat. Jauh tertinggal di kelamnya masa remaja, berserak dengan sisa-sisa rasa tidak aman yang menggelisahkan. Mungkin karena sekarang gw tidak lagi terlalu mau tahu apa yang dia lakukan, apa yang dia pilih, apa yang ia katakan. Karena kegiatan ‘mencari kebenaran’ memiliki satu resiko: kita akan menemukan kebenaran. Dan kebenaran tidak selamanya mengasyikan. Bisa jadi justru merusak pernikahan, merusak respek yang sudah ada hanya karena si dia message2an dengan cewek lain, dan hal-hal kontra produktif lainnya. Gw lebih memilih mengalihkan pandangan dan tak melihat apa yang tak perlu dilihat.
Memangnya kenapa kalau kita pantau pasangan? Mereka jadi ga bakal selingkuh, gitu? Kaum wanita sering terkecoh dengan status pernikahan. Jangan sampai tertukar antara memiliki komitmen dengan memiliki kesetiaan dan cinta selamanya. Dua hal yang berbeda.
Kepedulian berlebihan pada kegiatan pasangan di dunia maya bisa mencerminkan perasaan insecure seorang wanita. But the truth is, you can’t own someone. Even with marriage, and babies, and everything. Perasaan insecure, yang jujur dulu sekali pernah gw rasakan dan kini terulang lagi, muncul karena kita lupa tujuan kita menikah. Karena kita takut diselingkuhi, kalah bersaing dengan yang cantik, ditinggal oleh pasangan, dikhianati. Masalah si dia selingkuh atau nggak, centil atau nggak, that is not your concern sepanjang kita sudah mnjalankan kewajiban dengan baik.
"you can’t own someone. Even with marriage, and babies, and everything."
membuka satu artikel, bikin gue makin KEPO (dan mencari pembelaan sih sebenernya) dan gue pun kembali ke om Google buat liat-liat blog lainnya yang juga ngebahas soal 'INSECURE'. Perasaan ini lama kelamaan bisa berubah menjadi hal yang negatif lagi yaitu 'POSESIF' wow, rasa ketidakpercayaan diri yang muncul dari diri kita sendiri bisa melahirkan hal-hal negatif lainnya yang berdampak gak bagus untuk suatu hubungan.. *tutupmuka*
Sebagai wanita, saya percaya diatas cewek kece masih ada yang lebih kece, diatas cewek yang pintar masih ada yang lebih pintar, diatas cewek seksi masih ada yang lebih seksi. Sekarang tergantung pada pasangan saja, kalau dia merasa nyaman karena kita sebagai wanita pede (dan mencintai diri kita apa adanya) dan tentu saja kalau si cowok tadi memang bukan buaya ya, hehe… pastinya akan tetap bersama kita.
Karena mau di-posesif-in separah apapun, kalau memang pasangannya mental buaya darat-pun percuma saja, yang ada sebagai wanita kita akan terlihat sebagai mahluk paranoid yang membuat hidup pasangan menjadi ribet. Kamu nggak pingin terlihat sebagai perempuan rusuh kaaaann?
Dah hal yang pertama kali gue cari digoogle tadi ada jawabannya juga sama kak febrina
"Jadi? gue mesti gimana dong?"
Kalo menurut kak febrina, kembali lagi kehubungan lo dan pasangan lo. seberapa baik komunikasi kalian satu sama lain. saat lo ngerasa Insecure terhadap pasangan lo, gak ada salahnya untuk lo ungkapkan perasaan lo itu dan buang jauh-jauh yang namanya GENGSI. Kasih alasan yang paling masuk akal sama pasangan lo kenapa lo merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. syukur-syukur pasangan lo mau mengerti dan sama-sama mencari jalan keluarnya. Tapi kalau pasangan lo malah balik marah dan bilang 'GAK PENTING' bukannya bikin lo merasa nyaman.. well, as an adult you know which one the good and bad. The choice is yours. Apakah lo akan menikmati rasa 'insecure' tersebut selamanya tanpa ada sedikitpun perubahan dari dia? atau, looking for someone else who will make you comfort.
The Most important thing is, LEARN TO TRUST SOMEONE! Tuhan gak tidur kok, kalopun akhirnya pikiran-pikiran positif lo tersebut salah, tuhan pasti akan kasih petunjuk buat lo.
AAAAKKKKKKK
GUE BAHAGIA BANGET DAPET POSTINGAN YANG BISA NGERUBAH JALAN PIKIR GUE YANG INSECURE ALAY LEBAY INIIII
yah walaupun gak bisa langsung berubah seenggaknya jalan pikiran gue agak terbuka setelah baca postingan ini.
Dimanapun lo berada thanks kak postingan lo sangat membantu.
Ini gue repost biar makin banyak cewek berpikiran sempit macem gue bisa kebuka lagi pikirannya dan gak menyakiti diri sendiri dengan segala macem negative-thinking yang belum tentu kebenarannya.
INTINYA KALO JODOH GAK BAKAL KEMANA.
mau lo rantein itu pasangan lo kalo emang gak jodoh juga akan selalu ada cara buat pisah meskipun bukan karena perselingkuhan (curcol)
Dan walaupun lo selalu ngejauh atau ngehindar dari seseorang tapi kalo emang lo jodoh pasti selalu ada cara untuk bersama lagi :)













